slide 1

The all-aluminium Jaguar F-Type Coupé - the most dynamically capable, performance-focused sports car that Jaguar has ever produced - is available in three versions: F-Type R, F-Type S and the F-Type.

slide 2

The Jaguar F-Type R Coupé's Performance seats have inflatable side-bolstering and prominent wings for support during high-speed cornering. The seats are finished in premium leather, with the 'R' logo embossed on the headrest.

5 Trik Tenteram buat Traveler Pra Naik Kapal Laut

5 Trik Tenteram buat Traveler Pra Naik Kapal Laut

Tragedi kecelakaan transportasi perairan merayapi dua barisan kapal belakangan ini. Dua pekan dan lalu, KM Ramos Rosma Marisi tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. jadwal Pelni baru-baru ini terjadi sedang kecelakaan yang menimpa KM Lestari Pelik di perairan Selayar.

 

Kecelakaan kapal samudra tersebut tak pelak membangkitkan kecemasan untuk sebagian traveler yang hendak menumpang kapal. Namun tidak perlu risau berlebihan. Karena, ada sejumlah hal yang dapat diperhatikan untuk menghindarkan diri atas kecelakaan dampak human error.

 

Pengamat transportasi maritim atas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, saat dihubungi Tempo saat Rabu, 4 Juli, mengatakan setidaknya karet pelancong harus memperhatikan lima tip berikut ini.

 

1. Sensitif terhadap pemastian kapalPelancong disarankan melihat-lihat lebih dulu kondisi kapal sebelum berlayar. "Pertama, kalau kondisinya melimpah dengan jasad, penumpang, serta kendaraan, oleh karena itu tanyakan menurut petugas apakah kapal benar-benar aman, " tutur Saut. Bila kapal terasa oleng saat sedang menepi pada dermaga, sebaiknya penumpang memisah-misahkan tidak memanjat kapal ini. "Pastikan oleng bukan sebab gelombang, tapi karena pikulan, " katanya.

 

2. Mengasi ketersediaan pelampungBila ihwal kapal diperkirakan aman & stabil, traveler sebaiknya mengenali letak rok pelampung. "Tanyakan kepada jasmani kapal teritori baju pelampung, " ujar Saut. Sebaiknya traveler kian dulu memastikan apakah jumlahnya itu sebabat dengan jumlah penumpang ataupun tidak. Banyak pelampung mesti sesuai secara standar Musyawarah Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut atau SOLAS.

 

Warga membangun evakuasi makanan yang selamat saat KM Lestari Menanjak tenggelam pada perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal berangkat dari Pelabuhan Bira, Bulukumba, menuju Kabupaten Kepulauan Selayar.

 

3. Menghalalkan ketersediaan bidukSelain pelampung, ketersediaan sampan perlu dipastikan keberadaannya. Biduk idealnya dipasang di 2 sisi sisi. Sekoci mesti mampu menggaplok 100 bonus penumpang. Bahtera yang memenuhi standar pun harus mempunyai life-raft atau kapal kecil untuk raga kapal beserta kapasitas 25-30 persen atas jumlah penumpang.

 

4. Menghalalkan adanya informasi keselamatanDari sisi Saut, bahtera atau skuadron yang cantik umumnya menganjurkan informasi keselamatan dan akses jalur evakuasi bila berlangsung kecelakaan. "Penumpang harus luar biasa tahu daerah emergency / wilayah kumpul untuk mengendalikan life-boat / kapal biduk sambil memakai baju pelampung, " ucapnya.

 

5. Menilik perusahaan pemilik kapalPelancong lebih bagus mengecek kongsi pemilik kulit melalui Dunia maya sebelum lari. "Mungkin ini sedikit rumpil, tapi tak kalah berarti, " tuturnya. Biasanya, perintah dia, industri pelayaran / pemilik kulit yang elok cenderung transparan memberikan informasi terkait dengan berbagai hal yang dapat diakses publik menyerempet kapal mereka. Hindari perusahaan yang tersembunyi memberikan informasi, misalnya menuburkan kondisi bahtera, yang sepertinya dalam penetapan tidak pantas berlayar.

Website URL: